Merasakan "Pengacara"



Baru begini rasanya menganggur menjadi Pengacara(pengangguran banyak acara):), belum pernah aku merasakan menjadi pengangguran, sejak kecil aku suka bekerja, waktu sekolah SMA aku dah bekerja menjadi guru TPA dan ketika waktu menunggu kelulusan SMA 3 bulan aku bekerja menjadi kuli bangunan dan waktu kuliahpun untuk memangkas biaya hidup aku tinggal dimasjid dan bekerja apa yang bisa aku kerjakan, waktu kuliah mau selesai semester terakhir aku dah bekerja free di LSM Zakat dan lulus kuliah akhirnya dah bekerja, sungguh nikmat karunia Alloh S.W.T kepadaku aku bisa merasakan kerja dan bisa mengapai mimpiku sampai saat ini.

Aku sangat terkondisikan oleh keluarga untuk bekerja keras, memang kedua orang tuaku bukan orang lulusan sarjana, mereka sekolah dasar aja tidak kelar tetapi aku berhutang budi bagi mereka, dengan bekal pendidikan yang rendah dan bekerja sebagai petani biasa aja tapi niat dan semangat mereka untuk bisa mensekolahkan anak-anaknya aku patut bangga kepada kedua orang tuaku, didikan mereka memang keras bagiku, sejak kecil aku dah mempunyai tanggung jawab pekerjaan, selesai sekolah tugas pekerjaan rumah sudah ada,

Tapi baru saat ini aku rasakan bagaimana rasanya menganggur padahal aku dah mendapatkan gelar sarjana dan sudah melayangkan surat lamaran sudah hampir puluhan tetapi masih belum ada hasil sehingga sekarang profesi dah menjadi sarjana tetapi menjadi pengangguran :), lucu emng dulu waktu belum dapat gelar kerja apapun dilakukan tetapi sesaat ketika gelar sudah ada dibelakang nama kita rasa untuk bekerja berusaha sepertinya untuk bidang yang kita geluti.

Tetapi sepertinya aku tetap harus berpikir positif akan nikmat dan karunia Alloh S.W.T, memang saatnya merencanakan dan action untuk masa depan, bermimpi aku tetap lakukan untuk membuat riil dari cita-citaku dan harapan keluarga, aku harus sabar dengan kondisi seperti ini, aku tak ingin menjadi orang yang lemah muda menyerah, mungkin ini sebagai bentuk teguran kepadaku yang kurang mensyukurin nikmat Alloh S.W.T atau bentuk kenaikan proses kehidupanku.

Ya Robbi ampuni hampamu ini yang kurang mensyukurin nikmatmu...
Ya Robbi ampuni hambamu ini yang mungkin banyak melanggar perintah-Mu

"Berimanlah, karena Iman dapat menghilangkan kecemasan dan menghapus kegundahan.
Iman adalah penyejuk mata hati orang-orang yang mengesakan Allah dan pelipur orang-orang yang suka beribadah".
(Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qorni dalam bukunya : La Tahza

Posting Komentar

1 komentar

Anonim mengatakan...

Sebuah cerita yang ispiratif...
lanjutkan berkarya

News Artikel

Recent Posts Widget

Tag cloud

Hot in week

item