Pelajar koran di WTC



Ayu Gadis kecil yang aktif dan pintar, dia mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang guru, tinggal bersama ibu dan keempat saudara ditempat kos yang seperti tempat kandang,karena banyak  kain bekas ada dimana-mana, kalian jangan beranggapan rumahnya tempat pembuangan sampah tetapi sang bunda bekerja sebagai pegawai administrasi sekolah yang gajinya hanya 150 ribu perbulan sedangkan dia mempunyai tanggung jawab anak 4, 2 perempuan dan 2 laki-laki, jadi pagi hari kerja disekolah sebagai administrasi dia juga membuat kain percah untuk menjadi sebuah kerajinan jadi asesoris, sumbu kompor dan jadi keset.

Ayu anak ketiga dari 4 bersaudara, kakak yang pertama sudah bekerja menjadi cleaning service dan kakak yang kedua masih sekolah diSTM klas 2,Ayu  sekolah di SMP Negeri diSurabaya klas 2 dan yang terakhir kelas 6 SD. mereka tinggal dikawasan ruko  daerah manyar dekat dengan asrama haji tapi tempat tinggalnya berhimpitan dengan ruko tersebut sebuah bangunan tua yang sudah tidak terpakai.

Sang Bapak telah pergi meninggalkan keluarga tanpa memberikan uang sepeserpun, pergi begitu saja tanpa beban.kini tanggung jawab keluarga itu dibebankan kepada istrinya, kabar terakhir bapaknya telah menikah kembali.

Dengan kondisi serba terbatas tersebut tak membuat Ayu menjadi anak yang minder,Ayu tergolong anak yang aktif dan cerdas, sejak masuk sekolah dasar selalu mendapatkan rangking dikelas dan prestasinya itu berlanjut sampai SMP sehingga banyak rasa simpati dari guru-gurunya.walaupun  keluarganya miskin dia tetap tidak mengiba kepada orang lain.

Aktivitas yang dimiliki Ayu memang tidak selayak anak seusianya, karena anak yang seumurnya diisi dengan kegiatan-kegiatan bermain ataupun lainnya, tetapi tak demikian dengan Ayu. Dengan kondisi keluarga yang tak mendukung, Ayu tahu diri bagaimana dia harus membantu ibu dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dipilihnya aktivitas menjadi penjual majalah dan koran sepulang sekolah hingga malam hari.
Sambil menjajahkan koran dan majalah ke setiap orang yang lalu lalang di WTC Ayu tetap tak lupa apa kewajibannya menjadi seorang pelajar,

"semangat Ayu patut kita contoh, berbekal niat dan semangat membuat Ayu menjadi sosok anak yang kuat mentalnya dan tidak minder kepada temen-temennya".



*Nantikan cerita selanjutanya Kisah-kisah Inspirasi dari anak jalanan

Posting Komentar

2 komentar

Anonim mengatakan...

Assalammu'alaikum wr wb
salam kenal pak
ceritanya sungguh mengugah diri kita, thanks atas motivasinya

Anonim mengatakan...

cerita anak jalanan memang tidak ada habisnya, selalu ada yang terbaru dari setiap zaman...
he....he..

News Artikel

Recent Posts Widget

Tag cloud

Hot in week

item