"Petik Laut"

         
         Minggu, 9/10 Kota probolinggo mengadakan pesta rakyat, khususnya untuk masyarakat yang tinggal dipesisir utara kota probolinggo,Pesta rakyat yg diadakan setiap satu tahun sekali dengan sebutan "Petik Laut" pasti kedengarannya lucu, masak laut dipetik, ada teman yg tanya emang gimana caranya Petik Laut.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata Petik dari pe·tik v, me·me·tik v 1 mengambil dng mematahkan tangkainya, lah itu kan gak nyambung gimana Petik Laut, wong laut gak ada dahan, ranting atau apa yang bisa dipetik dilaut, kalau bahas masalah kosakatanya lain lagi aja, cos sebenarnya "Petik Laut" di kota probolinggo merupakan kegiatan tahunan yg diadakan oleh masyarakat nelayan untuk syukuran hasil laut aja atau acara selamatan sebelum diadakan aktivitas nelayan mulai mencari ikan lagi
        Kegiatan "Petik Laut" tahun ini, event kali ke-2 yang saya ikuti sejak tinggal diprobolinggo,teman-teman pasti penasaran kegiatan seperti apa?..kegiatannya  ini diikuti sebagian besar masyarakat yg tinggal di dekat pesisir laut terutama dari keluarga nelayan, pertama persiapan mereka dengan menghias kapal-kapal dengan aneka warna seperti hiasan warna-warni dan beberapa asesoris dan ada juga yg memasang sound system di kapalnya sehingga setiap kapal saling saut menyahut dalam memutar musiknya, keren bukan haaa...laut yg jauh kebisingan akhirnya ramai dengan keramaian sound system.
         Dari persiapan tersebut akhirnya setiap kapal-kapal yg nelayan mulai mengarungi lautan dengan membawa sebagian keluarga mulai suami,istri, anak-anak, kakek dan keluarga lainnya dimana mereka naik kapal yg biasanya dipakai suaminya mencari ikan dan sebelum berangkat sebelum mereka berangkat ada beberapa tokoh atau ustad yg membacakan do'a agar acara bisa berjalan dengan lancar dengan menyiapkan tumpeng yang telah disediakan dan dimulailah kapal-kapal tersebut melintasi  lautan dan meramaikan laut yg sebelumnya sepi menjadi ramai, mungkin teman-teman bayangkan seperti apa kegiatan "Petik Laut" tersebut, kalau pernah kita melihat ada karnaval atau lomba gerak jalan ramainya kurang lebih seperti itu, tapi hanya saja rutenya mereka melintasi lautan yg luas.
       Kapal-kapal berangkat dari pelabuhan lama melintasi lautan dengan arah ke pelabuhan baru sambil terdengar bising-bising suara musik yang saling bersautan, suasana laut yang sepi akhirnya ramai dengan kebisingan yang dikeluarkan kapal-kapal nelayan dan ditambah cuaca yang panas sekali, tidak mengurangi antusias masyarakat melihat agenda tahun kota probolinggo tersebut, dan dipelabuhan baru sebagai tempat finish telah disiapkan acara juga yg mungkin lebih hot, haa....yups ditempat persinggahan akhir dari acara "Petik Laut" disediakan panggung dengan lengkap sound systemnya dan tidak lupa penyanyinya ha....iya penyanyi dangdut yang siap menghibur para penggunjung yg melihat kegiatan tersebut.
      Acara ini diadakan sampai sore hari, dan semakin sore masyarakat probolinggo semakin banyak yg datang,luar biasa acara rakyat, bisa dikatakan luar biasa karena acara yang diselenggarakan rakyat ini dananya dari urusan rakyat  tapi sungguh disayangkan acara semeriah ini tidak didukung dengan humas pemkot dalam mempromosikan agenda tahunan ini, dan dihari ini ternyata koran Radar Bromo tidak dijumpai sama sekali kilasan berita tentang agenda "Petik Laut" tersebut, sungguh disayangkan.


catatan tidak bisa mengambil foto-foto kegiatan panggung hp baterai habis :)

Related

Travel 4005965276295039049

Posting Komentar

News Artikel

Recent Posts Widget

Tag cloud

Hot in week

item