"Jalanan" disini aku hidup (Part -1)

Sesosok wanita duduk dilantai,  sambil termenung dipojok ruang kecil, lebar ruangan hanya 3 x 8 meter, memandang ke atas memperhatikan langit-langit yang terbuat dari papan, keliatan papan  yang sudah mulai lapuk  termakan usia, setiap hujan  menguyur maka titik air akan keluar dari lubang langit-langit yang bocor, si wanita itu duduk termenung dan memperhatikan sekitar ruangan yang masih sepi, si wanita itu hanya ditemani buku-buku yang berserakan disekitar lemari baca, dia termenung dan mengingat-ngingat masa lalunya, masa lalu yang dia tak akan lupa.

" Bunda"......Bunda"....seketika itu akhirnya buyar lamunannya, karena mendengar seorang anak kecil, yang memanggilnya, suara yang kerasnya membuat si wanita itu hilang seketika, 
Kemudian datanglah seorang anak laki-laki kecil baru berumur sekitar 4 tahun, "bunda....bunda...."si anak itu memanggil nya, terkagetlah  wanita tersebut, beranjaklah wanita tersebut dari tempat duduknya .

" ada apa Nang...wanita tersebut memanggil si bocah imoet itu, nama lengkap bocah itu adalah Danang, "bunda ...bunda...Rani , knp Rani?...Rani ngak masuk bunda. "Si wanita tersebut dipanggil dengan sebutan "Bunda" panggilan yang biasanya disematkan kepada Ibu atau Orang tua meraka tapi anak kecil tersebut memanggilnya "Bunda", karena si Danang menganggap wanita itu adalah sebagai "Bunda" ke duanya.


Asli nama "Bunda" adalah Ninik Wulandari, seorang wanita yang berperawakan kecil, kurus dan penampilannya sangat sederhana, Ninik merupakan seorang mahasiswa semester akhir di sebuah kampus Negeri Surabaya, walaupun beliau seorang mahasiswa tapi jiwa sosial yang dimilikinya tak mungkin kita ragukan lagi, walaupun dengan kondisi keterbatasan tapi dia tidak segan-segan untuk membantu kawan atau temannya yang membutuhkan bantuannya.


 "Akhirnya sang Bunda yang baik hati mulai aktivitasnya mengajar di tempat biasanya", tempat bagi kita merupakan tak lebih gudang yang tak ada gunanya, disamping tempatnya kecil, gudang tersebut sudah tak kelihatan bersih, cat-cat yang melekat didinding tinggal menjadi warna yang beraturan, kusam dan kumal yang bisa kita perhatikan, apalagi ditambah gudang tersebut berada didekat rel kereta api, jarak rel kereta api dan gudang tersebut hanya sekita 2 meter, jarak yang sangat membahayakan sekali dengan aktivitas yang sedang dilakoni anak-anak yang berada disana, tapi rasa takut dan bahaya tidak memupuskan semangat para Bocah Jalanan, "kehidupan yang keras tak dihuni oleh jiwa-jiwa yang lemah", pesan dari sang Bunda begitu membahana di hati Bocah bocah Jalanan,


Bersambung

Related

Inspirasi 5235621925600865278

Posting Komentar

News Artikel

Recent Posts Widget

Tag cloud

Hot in week

item