Menikah


Menikah pasti setiap manusia akan menjalaninya(kecuali pendeta :) ), tapi mengambil keputusan untuk menikah tidak semua manusia siap, ada yang siap, ada yg menunggu dulu untuk mempersiapkan bekal-bekalnya atau siap dengan segala resikonya,jadi memang muda mengatakan akhi...antum siap nikah, pasti siap...kapan waktunya..."may..."....itu pasti dilema yang angkut untuk saudara kita yang laki-laki, tapi beda lagi dengan saudara kita yang perempuan, gmn mbak, bu, dek...apa ikhwan nya dah menerima ....,

Proses orang menikah berbeda-beda, ada yang melalui proses yang cepat adapula untuk menikah membutuhkan tenaga ekstra, tapi proses yang menarik bagi saudara kita ikhwan(laki-laki), iya ikhwan juga manusia, pasti tidak terlepas dari segala bentuk kekhilafan, jadi kalau namanya manusia pasti punya akal pikiran dan nafsu, oleh karena itu saudara kita yang ikhwan biasanya memikirkan jauh kedepan, kira-kira entr kalau dah menikah apa yang akan kuberikan makan pada istriku trus gmn apa kira-kira entr cukup gajiku, trus entr tinggalnya dimana?....dan trus...trus...sampai ketemu jwabannya "kayaknya saya belum siap". itulah fenomena ikhwan.

Alloh s.w.t dalam surat al-fathir ayat;11
dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah


ternyata Alloh S.W.T telah menciptakan kita berpasang-pasangan, tapi sayang kita masih belum nyakin akan kekuasan Alloh, akan karunianya bagi yang sudah menikah,kita pasti punya banyak pilihan untuk calon istri kita, saya siap menikah asal istri saya cantik, pinter, kaya,romantis,sayang suami,dah bekerja, ....,pokoknya sempurna,ya dak masalah itu pasti fitra setiap manusia pasti menginginkan yang sempurna, untuk novel ayat-ayat cinta aja ustad habiburahman juga mengambarkan fahri orang yang perfect dan pastinya idola setiap wanita, begitu juga kita sebaliknya pasti mengharapkan cerita yang sama seperti ayat-ayat cinta dalam kehidupan kita.

Tapi dari kisah novel tersebut ternyata kesempurnaan juga ada riak-riak dalam kehidupannya, masalah itu pasti ada semakin perfect pasangan kita maka Alloh juga akan memberi amanah yang besar pula, so jadi gmn masih menunggu calon yang sesuai dengan kriteria kita apa kita kembalikan semua kepada Alloh S.W.T.

24 des 09

Posting Komentar

News Artikel

Recent Posts Widget

Tag cloud

Hot in week

item